CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Minggu, 18 April 2010

KERENNN :DD

Matahari aneh di RUSIA, Mengeluarkan Tiga CAHAYA












Kejaiban ALLAH :))

Subhanallah !!

Sering dapat email atau kiriman gambar yang isinya huruf arab tercetak di pohon, daun, lauhan, akik, pohon ruku ke barat dll ? Apa perasaanmu ? Bertambah iman atau biasa saja ?

http://thumbs.fotopic.net/584032000390.jpgTernyata setiap orang berbeda dalam mensikapi fenomena aneh (belum ketahuan jawabannya) Dan aku sangat stuju dengan Kang Latif, soal perbedan sensitifitas itu. Soale aku juga pernah diskusi panjang dengan beliau ketika sedang “magang” di HESS :) Memang benar ada yg langsung bertambah iman ketika melihat ada huruf ALLAH dalam sisik ikan Louhan, ada yg terkesima ketika ada pohon menunduk (ruku) ke arah kiblat (barat). Ada yang berdecak kagum melihat batu akik berwarna dengan lafald ALLAH, Ada pula yg meneliti air sampai detil trus menemukan kristal berbentuk ‘aneh-aneh’ …. semua akhirnya berujung ke ucapan subhanallah …. Maha besar Allah.
Tetapi aku sendiri menganggap hal diatas itu hal yang biasa saja bukan hal aneh, lah wong aku tidak sensitif dalam hal itu. Aku sering terdorong untuk dapat menjelaskan kenapa pohon ruku, yang mungkin hanya karena mengejar sinar matahari, atau karena gerakan tanah sehingga pohonnya miring yg disebut dengan “creep” atau rayapan. Lihat saja penjelasan pohon miring disini. Juga adanya huruf arab membentuk kata ALLAH bagiku bukan aneh, karena itu hanya “kebetulan” saja. Lagipula aku berpikir Islam bukan sekedar huruf arab, harusnya Islam lebih dari itu. Toh Allah sudah ada sebulm ada arab kan ? Nabi Ibrahim ngga kenal kata Allah malahan. Wong dahulu dikenal sebagai YHWH, kalau ditulis dengan huruf saat ini.
Kebetulan atau “by chance” itu sudah merupakan salah satu sunnatulah yg menjadi sebuah ilmu yang disebut ilmu statistik. Ilmu tentang peluang dipelajari tersendiri secara khusus, berkembang menjadi geostatistik dan dimanfaatkan dalam mencari tambang dan minyak.
Gambar pohon yang meliuk-liuk ini bagiku juga indah. Bukan bentuknya yang mirip orang tetapi keindahannya sejajar dengan keindahan bukit yang hijau kekuningan di Puncak itu. Juga sama dengan keindahan bunga anggrek yang warna warni itu.
Walaupun aku sering menjelaskan dengan ilmu, begitu juga aku sering mengucap subhanalllah ketika aku mumeth, judegh mikirin kenapa sumur yang aku pikirkan akan dapat minyak malah kering … ring … airpun ngga mau keluar :( karena batuannya tak berpori blass. … lah iya kan mendingan mengucap yang bagus, dari pada misuh-misuh, karena dimarahin boss karena berbuat salah. :P
Fenomena bertambah/berubahnya iman ini, seringkali muncul ketika manusia tunduk tak dapat menjelaskan fenomena apa sebenernya itu … ketika itulah dia merasa dirinya kecil. Karena “ketidak tahuannya” atas apa yang disaksikan. Demikian juga ketika ada bencana melanda dimana bencana itu diluar apa yang dipikirkannya. Walaupun sains bisa saja menjelaskan di Sumatera sering gempa. Ya, menurutku hampir semua dari kita mengucapkan Subhannallah karena merasa kecil dan merasa ketertundukan atas sunattullah-Nya.
Yang cukup menggelitik tetang fenomena ketidak tahuan ini paling tidak ada beberapa seperti dibawah ini :
  1. Yang pertama adalah ketika kita menjadikan benda-benda aneh tadi menjadi sebuah benda bertuah, atau benda jimat yang diperlakukan berbeda dengan benda-benda lain. Disitu seringkali justru mnurutku menjadikan makna taukhid (iman) bisa berubah atau terkontaminasi. Apalagi kalau sering ada orang yang berdoa didepan atau didekat barang-barang bertuah itu, bahkan seringjuga ada orang sholat didekat tempat atau benda”keramat” ini. Aku sendiri ngga tahu (ragu) apakah melakukan hal ini diperbolehkan dalam islam ? mnurutku sih ni ga bener, cmiiw (correct me if i am wrong).
  2. Kedua. Apakah fenomena itu bukan hasil rekayasa atau rekacipta seseorang. Walaupun memang bisa saja diniatkan dengan bagus supaya orang lain mau bertambah imannya. Apalagi Islam menganut “segala sesuatu tergantung dari niatannya”, jadi berbohong demi niat baik itu hukumnya gimana. Skali lagi … disini aku tidak tahu (cmiiw). Disini ada ketidak jujuran untuk sebuah niat baik. Mana yang didahulukan?
    Mungkin ada yang dapat menjelaskannya ?.
  3. Nah salah satu lagi yang menggelitik aku selanjutnya adalah ketika fenomena ini sering mengundang perdebatan. Perdebatan pada awalnya sekedar berbeda … ya sekedar berdeba, ‘nothing more nothing less … just different‘. Namun perbedaan yang mengundang perdebatan juga bisa berkembang menjadi baik bisa juga buruk. Ada yang suka kebersamaan dengan segala persamaannya seperti seragamnya ketika kita sholat berjamaah, namun ada pula yang lebih suka perbedaan karena “berbeda itu karunia” … looh piye to iki ?

ABOUT ME :)

nama asli saya adalah Putri Maesa Aryani cukup dipanggil putri atau puma..kenapa saya bisa dipanggil pumma ? karena sewaktu SD kelas 6 ato 5 gitu..ada murid baru namanya PUTRI ISRIYATIL dan ternyata dia juga dipanggil putri..nah,temen-temen saya pada bingung tiap kali manggil "putri.." kita berdua selalu noleh..akhirnya temenku ayuk manggil2 saya PUMA katanya sih singkatan dari nama panjang saya :) sejak saat itu temen2 saya selalu manggil saya PUMA.. :) funny name,i think :) hahaa.. kata temen-temen saya itu orngnya KOCAK,LUCU,LEBAY,ASYIK,KEKANAK2AN,KADANG CUEK,TELAT MIKIR (telmi) gitu haha.. bagi yang mau kenal lebih deket add aja facebook saya pumm.pud@gmail.com.. sekian :DD

Tangis Sedih :'(

ini spesial buad yang lagi PATAH HATI :)


Sungguh ku ingin menangis
Hingga air mata ini habis
Karena ku tak dapat lagi menepis
Luka yang tlah kau titis

Ku ingin luapkan semua
Agar kau tau ku kecewa
Namun kenapa ku tak bisa
Ku merasa lemah tak berdaya

Ku yakinkan hatiku ini
Bahwa ku memang tersakiti
Ingin kak ku segera pergi
Karena ku tak sanggup begini

Ingin ku coba tuk membencimu
Namun ku lemah karena cintaku
Yang begitu kuat untukmu
Yang buatku tak menentu

Sedih kini yang kurasa
Ingin ku berkataa
Jika aku sungguh tersiksa
Hadapiimu yang ku cinta

Kau hilang bak ditelan bumi
Tanpa berbasa-basi
Kau tinggalkkan ku sendiri
Disini ku menangis tak terakhiri   

RASA INI TAKKAN MATI

puisi karya saya :)


Kau kira ku akan lupakan begitu saja
Kisah cinta yang pernah kita jalani
Kau kira ku akan cepat berpaling
Dari bayang-bayang dirimu

Meski ini semua telah berakhir
Meski kita tak saling lagi memiliki
Tapi masih ada setetes kasih darimu
Yang tertanam dalam jiwa dan hati ini

Walau belaian lembut tak pernah ada
Tapi dapat kurasakan belaian tanganmu
Walau bibir tak pernah mengecup
Tapi dapat kurasakan kecupan manismu

Jangan kau kira aku kan benamkan
Dirimu jauh-jauh ke angan belaka
Setitik sayangku padamu dulu
Kini masih ada menyelimuti raga

Ku ingin kau tahu kau sulit dilupakan
Ku ingin kau tahu kau selalu ku kenang
Dan ku ingin kau tau dan rasakan
Jika rasa ini takkan pernah mati………….

                                                                  

                                                                   _PutriituPumma™_

2012

Ada sebuah kontroversi besar di dalam dunia astronomi dan juga geofisika belakangan ini, menyangkut tahun 2012. Konon, sejumlah peristiwa besar yang disebabkan oleh alam akan menyebabkan bumi tempat kita hidup akan mengalami kehancuran luar biasa, bahkan disebutkan jika peristiwa tersebut adalah kiamat atau Hari akhir.
Kendati film “2012″ banyak mengundang polemik, agaknya sutradara film Hollywood, Roland Emmerich, sudah berpikir dua kali untuk meluluhlantakkan dunia. Ini adalah salah satu foto 2012 :
Foto 2012
Buktinya, sutradara spesialis pembuat kehancuran itu hanya berani “membalikkan” Patung Liberty, Gedung Putih, Empire State Building, dan Patung Yesus Sang Penebus yang semuanya di Amerika, bahkan Basilika Santa Peter di Vatikan.

Namun, sutradara film “Independence Day” dan “The Day After Tomorrow” itu tampaknya tidak berani “menghabisi” Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi, kecuali menampakkan ribuan Muslimyang menziarahi “Rumah Allah” (Baitullah) saat itu, lalu ada kehancuran di lokasi lain.
Barangkali, sutradara kelahiran Jerman itu belajar dari “kehancuran” WTC di New York, Amerika pada 11 September 2001 dan serangkaian “ledakan” di banyak negara, termasuk “ledakan” di Bali dan Jakarta (Indonesia).
Foto Film 2012
Sikap hati-hati Emmerich terhadap Ka’bah itu agaknya tidak menyurutkan perlawanan terhadap film “2012″, bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang dan Situbondo (Jawa Timur) mendesak film itu dihentikan peredarannya.
MUI Kabupaten Malang “melarang” film itu. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi, kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi maka bisa menyesatkan,” kata Ketua MUI Kabupaten Malang, K.H. Mahmud Zubaidi di Malang (16/11).
Idem dengan itu, MUI Kabupaten Situbondo juga melakukan razia peredaran film “2012″ di sejumlah warung internet (warnet), karena film itu dinilai mempengaruhi akidah umat Islam dan meresahkan masyarakat setempat.
Film 2012
“Setiap orang bisa mengunduh film 2012 itu melalui internet dengan mudah sehingga penyebaran yang semakin luas dikhawatirkan akan meresahkan umat Islam,” kata Ketua MUI Situbondo KH Abdullah Faqih Gufron di Situbondo (17/11).
Meski diprotes, film yang juga “mematikan” Presiden Amerika dalam kerumunan barak pengungsian akibat bencana yang “mencampakkan” negara adikuasa itu agaknya tidak sepi dari nilai-nilai moral.
Tentang tahun 2012, film berakhirnya dunia itu tidak memastikan angka tahun seperti itu, namun bersandar dari kearifan lokal dari peradaban bangsa Maya di Guatemala dari masa pra-Colombus atau mulai dari abad ke-6 Sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-9 Masehi.
Foto Tahun 2012
Konon, lenyapnya bangsa Maya itu masih menyisakan sekitar satu juta generasi terakhir mereka dan di antaranya ada yang menjadi ahli geologi.
Ahli geologi yang keturunan bangsa Maya itu bersahabat dengan peneliti Amerika, sehingga taksiran Bangsa Maya bahwa umur dunia akan berakhir pada habisnya penanggalan mereka pada 21 Desember 2012 itu pun terdengar di Amerika.
Nilai moral Amerika
Kisah dalam film “2012″ itu bermula dari dua orang sahabat yakni Dr Adrian Helmsley (peneliti Amerika) dan seorang ahli geologi India yang keturunan Bangsa Maya.
Keduanya menemukan bahwa inti bumi mulai mencair dan hal itu diperkirakan akan memicu bencana alam maha dahsyat, kemudian peneliti muda Dr Adrian pun membocorkan fenomena alam itu kepada pemerintah.
Akhirnya, pemerintah Amerika secara diam-diam menggalang dana dari orang-orang kaya di dunia untuk membiayai pembangunan “kapal selam” raksasa demi menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran pada 2012 itu.
Dalam film itu, Emmerich menampilkan banyak tokoh yang menyikapi “2012″ secara pro dan kontra yakni Jackson Curtis (penulis novel fiksi ilmiah) yang kontra, kemudian Jakson Curtis bertemu dengan Charlie Frost (penyiar radio) yang pro atau memercayai kiamat pada tahun 2012.
Namun, kepercayaan Charlie yang terbukti, karena di berbagai belahan Amerika terjadi tanah yang mulai retak, gempa-gempa di mana-mana, bangunan hancur, tsunami di mana-mana, mobil-mobil remuk, meteor-meteor yang berapi pun menghunjam bumi, dan manusia-manusia pun lari berhamburan.
Alur cerita dalam film itu tidak banyak berbeda dengan kisah Nabi Nuh dalam Al Quran. Nabi Nuh membangun kapal raksasa untuk menyelamatkan peradaban saat serangan air bah terjadi, bahkan “kapal selam” alaEmmerich dan kapal raksasa buatan Nabi Nuh itu sama-sama mengangkut berbagai spesies binatang dan berbagai etnis manusia.
Bahkan, film yang menonjolkan kepemimpinan Amerika dalam mengoordinir pembuatan “kapal selam” dan mengoordinir “isi” dari kapal dari berbagai etnis manusia di bumi itu, memunculkan nilai-nilai moral alaAmerika.
Nilai-nilai yang muncul antara lain Presiden Amerika yang tidak mau “dievakuasi” dalam kapal selam itu dan justru menemani rakyatnya yang mengungsi akibat serangkaian bencana yang melanda, sehingga Presiden Amerika itu pun “mati” dalam “kiamat” itu.
Foto 2012
Selain itu, tokoh Dr Adrian Helmsley (peneliti muda Amerika) yang mementingkan rakyat kecil untuk diiikutkan dalam kapal selam itu dan bukan hanya kalangan elite seperti presiden dan menteri dari berbagai belahan dunia.
“Kita tidak hanya membangun peradaban dengan segelintir manusia, tapi kita akan membangun kehidupan baru dengan peradaban kemanusiaan yang baru pula,” kata Andrian kepada para elite yang menumpang ’kapal selam’ itu.
Pandangan itu dibenarkan sosiolog Islam Prof Dr H Nur Syam MA. “Film itu hanya fiksi untuk memenuhi rasa ingin tahu, apalagi media massa memberi imbas yang mempengaruhi rasa penasaran itu, karena itu tak perlu dilarang.
Agaknya, film “2012″ itu tidak akan menduniawikan kiamat atau mendangkalkan akidah, sebab masyarakat yang menonton film itu sudah tahu bahwa film itu hanya fiksi, bahkan film itu bermanfaat dengan adanya nilai-nilai moral yang diselipkan, seperti mengakui kearifan lokal, mementingkan rakyat, dan mengutamakan kemanusiaan

Tahun 2012 Menara Tertinggi di Dunia Ada di Indonesia

 WOW !

Indonesia sudah semakin berbenah dengan ditandai pembangunan Menara Jakarta setinggi 558 meter di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat dan akan dilanjutkan tahun ini. Bahkan pembuatan pondasinya telah selesai dan kini menginjak pembangunan pada tahapan berikutnya. Sebelumnya, pembangunan Menara Jakarta sempat terhenti akibat krisis ekonomi tahun 1998. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 3 triliun ini ditargetkan rampung 2012 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang belum lama ini meninjau pembangunan menara itu mengatakan, saat ini pihak developer tengah melanjutkan pembangunan tahapan selanjutnya. Hanya saja memang ada perijinan yang harus disesuaikan. Sebab, ada perubahan-perubahan tata letak yang tidak sesuai lagi dengan perencanaan yang baru. Karena pembuatan tata letak belum dilakukan, dia mengimbau agar perizinannya disesuaikan dengan tata letak yang baru.
“Ada perubahan-perubahan tata letaknya, tapi itu belum dibuat. Nah saya bilang itu perlu penyesuaian karena konsepnya telah berbeda dari awal. Saya kira izinnya perlu disesuaikan,” ujar Fauzi Bowo, Jumat (6/2).
Kenapa gubernur mendesak developer segera menyelesaikan masalah perizinan karena memang untuk saat ini pembangunan Menara Jakarta itu sangat penting untuk Kota Jakarta. Sehingga ke depan Jakarta atau bahkan Indonesia akan memiliki menara permanen seperti di Seoul, Shanghai, Toronto, Paris. Dengan begitu, diharapkan dapat membantu meminimalisir tumbuhnya hutan menara di Jakarta.
Tentunya, untuk memenuhi kebutuhan transmisinya harus didukung dengan pembuatan jaringan fiber optik di seluruh kota Jakarta. Jika pembangunan Menara Jakarta itu tuntas, ke depan diharapkan kesemrawutan soal banyaknya menara seluler yang dikritik warga dapat dikurangi. Setidaknya kabel-kabel akan berkurang karena diganti dengan jaringan fiber optik.
Menara Jakarta setinggi 558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, dan CN Tower di Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah penting, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan telekomonikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery center. “Menara Jakarta akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta,” ungkap Fauzi Bowo.
Memang benar. Menara Jakarta akan dijadikan pusat pusat menara-menara base tranceiver station (BTS) agar Jakarta tidak menyerupai hutan menara. Saat ini menara BTS diperkirakan mencapai 3.400 menara. Karena itu, Pemprov DKI akan mengatur penempatan menara menjadi tiga pola persebaran dan menjadikan Menara Jakarta di Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai pusat menara BTS. Selain itu, setiap operator seluler dan provider internet juga diwajibkan memakai jaringan kabel serat optik (fiber optic network) untuk akses jaringan di dalam kota.
Menara Jakarta sangat representatif untuk dijadikan pusat menara BTS di Jakarta. Sebab, menara yang dibangun di atas lahan seluas 5,3 hektar ini merupakan sebuah pengembangan terpadu yang terdiri atas menara telekomunikasi dan penyiaran multifungsi, dengan ketinggian 558 meter. Belum lagi, jaringan utilitasnya didukung berbagai fungsi properti sehingga menjadi sebuah destination center.
Dengan adanya sarana pendukung ini, maka manfaat umum yang bisa diberikan antara lain bisa menjadi pendukung sistem telekomunikasi dan penyiaran (antena di puncak menara sebagai shared facility) serta menjadi pusat jaringan di bidang ICT (Information and Communication Technology) yang dapat digunakan sebagai data center dan data disaster recovery center. Sedangkan, manfaat lainnya yaitu bisa menjadi sarana pendukung fungsi monitoring bagi TNI atau Polri (surveillance camera di puncak menara), pusat kegiatan bisnis berkelas internasional (perkantoran, hotel, multi-purpose hall, life-style center), sebagai daya tarik pariwisata dan edutainment (observation deck, Indonesia Discovery, revolving resto.), serta membuka lapangan kerja selama masa pembangunan dan masa pengoperasian.
Sebelumnya, Direktur Proyek Menara Jakarta, Roesdiman Soegiarso, membenarkan keberadaan Menara Jakarta bisa membantu dan mendukung program Pemprov DKI dalam menertibkan menara-menara BTS di ibukota. Selain itu, Menara Jakarta bisa dijadikan sebagai pusat disaster management yaitu menjadi pusat pengamanan data saat terjadi bencana alam seperti gempa atau banjir bahkan kebakaran. “Menara ini bisa dipakai untuk broadcasting televisi, dan Pemprov DKI bisa memanfaatkannya dan mendukung program penertiban menara BTS,” kata Roesdiman.
Pembangunan menara yang menelan dana Rp 3 triliun ini ditargetkan selesai tahun 2012. Sedangkan, perkembangan pembangunan dari tahun 2004 hingga 2008 ini, terang Roesdiman, yaitu pekerjaan galian tanah dengan total volume 830.000 meter kubik, pekerjaan diaphragm-wall dengan keliling 936 meter dengan kedalaman -30 meter, pekerjaan ground-anchor mencapai 1.461 titik, dan pekerjaan pengecoran lantai kerja basement seluas area 53 hektar.
Sekadar diketahui, ide Menara Jakarta berawal pada tahun 1994 oleh Mantan Presiden RI (Alm) Soeharto dengan fungsi sebagai Menara Telekomunikasi dan Multimedia yang didukung fasilitas lain seperti mal dan ikon nasional. Kepercayaan untuk merealisasikan ide tersebut diberikan kepada Prajogo Pangestu, yang selanjutnya mengajak beberapa pengusaha lain untuk bergabung dan merealisasikan ide tersebut dengan membentuk PT Indocitra Grahabawana. Pada tahun 1995, diadakan sayembara internasional disain Menara Jakarta. ECADI (East China Architectural Design Institute) keluar sebagai pemenang. Bahkan, ECADI juga diketahui telah berpengalaman mendisain menara Oriental Pearl Tower di Shanghai.
Setelah mendapat disain menara yang diinginkan, tahun 1996 PT Telkom, PT Indosat dan TVRI bergabung dan membentuk badan baru yaitu PT Menara Jakarta. Kemudian peresmian pembangunan proyek Menara Jakarta dilakukan pada 12 Agustus 1997 oleh Mensesneg RI, Moerdiono. Di tahun 1998, pekerjaan terhenti total akibat krisis moneter. Pada tahun 2004, dibentuk PT Prasada Japa Pamudja dan pembangunan Menara Jakarta dilanjutkan kembali secara resmi dibuka pada 15 April oleh Mensesneg RI Bambang Kesowo bersama Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Keren ya kalau menaranya tertinggi di dunia, siapa tahu bisa jadi salah satu keajaiban dunia yang baru!