| |||
|
Minggu, 18 April 2010
KERENNN :DD
Diposting oleh Blog 'pumma' di 21.29 0 komentar
Kejaiban ALLAH :))
Subhanallah !!
Sering dapat email atau kiriman gambar yang isinya huruf arab tercetak di pohon, daun, lauhan, akik, pohon ruku ke barat dll ? Apa perasaanmu ? Bertambah iman atau biasa saja ?
Tetapi aku sendiri menganggap hal diatas itu hal yang biasa saja bukan hal aneh, lah wong aku tidak sensitif dalam hal itu. Aku sering terdorong untuk dapat menjelaskan kenapa pohon ruku, yang mungkin hanya karena mengejar sinar matahari, atau karena gerakan tanah sehingga pohonnya miring yg disebut dengan “creep” atau rayapan. Lihat saja penjelasan pohon miring disini. Juga adanya huruf arab membentuk kata ALLAH bagiku bukan aneh, karena itu hanya “kebetulan” saja. Lagipula aku berpikir Islam bukan sekedar huruf arab, harusnya Islam lebih dari itu. Toh Allah sudah ada sebulm ada arab kan ? Nabi Ibrahim ngga kenal kata Allah malahan. Wong dahulu dikenal sebagai YHWH, kalau ditulis dengan huruf saat ini.Kebetulan atau “by chance” itu sudah merupakan salah satu sunnatulah yg menjadi sebuah ilmu yang disebut ilmu statistik. Ilmu tentang peluang dipelajari tersendiri secara khusus, berkembang menjadi geostatistik dan dimanfaatkan dalam mencari tambang dan minyak.
Gambar pohon yang meliuk-liuk ini bagiku juga indah. Bukan bentuknya yang mirip orang tetapi keindahannya sejajar dengan keindahan bukit yang hijau kekuningan di Puncak itu. Juga sama dengan keindahan bunga anggrek yang warna warni itu.
Walaupun aku sering menjelaskan dengan ilmu, begitu juga aku sering mengucap subhanalllah ketika aku mumeth, judegh mikirin kenapa sumur yang aku pikirkan akan dapat minyak malah kering … ring … airpun ngga mau keluar Fenomena bertambah/berubahnya iman ini, seringkali muncul ketika manusia tunduk tak dapat menjelaskan fenomena apa sebenernya itu … ketika itulah dia merasa dirinya kecil. Karena “ketidak tahuannya” atas apa yang disaksikan. Demikian juga ketika ada bencana melanda dimana bencana itu diluar apa yang dipikirkannya. Walaupun sains bisa saja menjelaskan di Sumatera sering gempa. Ya, menurutku hampir semua dari kita mengucapkan Subhannallah karena merasa kecil dan merasa ketertundukan atas sunattullah-Nya.
Yang cukup menggelitik tetang fenomena ketidak tahuan ini paling tidak ada beberapa seperti dibawah ini :
-
Yang pertama adalah ketika kita menjadikan benda-benda aneh tadi menjadi sebuah benda bertuah, atau benda jimat yang diperlakukan berbeda dengan benda-benda lain. Disitu seringkali justru mnurutku menjadikan makna taukhid (iman) bisa berubah atau terkontaminasi. Apalagi kalau sering ada orang yang berdoa didepan atau didekat barang-barang bertuah itu, bahkan seringjuga ada orang sholat didekat tempat atau benda”keramat” ini. Aku sendiri ngga tahu (ragu) apakah melakukan hal ini diperbolehkan dalam islam ? mnurutku sih ni ga bener, cmiiw (correct me if i am wrong).
Kedua. Apakah fenomena itu bukan hasil rekayasa atau rekacipta seseorang. Walaupun memang bisa saja diniatkan dengan bagus supaya orang lain mau bertambah imannya. Apalagi Islam menganut “segala sesuatu tergantung dari niatannya”, jadi berbohong demi niat baik itu hukumnya gimana. Skali lagi … disini aku tidak tahu (cmiiw). Disini ada ketidak jujuran untuk sebuah niat baik. Mana yang didahulukan?
Mungkin ada yang dapat menjelaskannya ?.
Nah salah satu lagi yang menggelitik aku selanjutnya adalah ketika fenomena ini sering mengundang perdebatan. Perdebatan pada awalnya sekedar berbeda … ya sekedar berdeba, ‘nothing more nothing less … just different‘. Namun perbedaan yang mengundang perdebatan juga bisa berkembang menjadi baik bisa juga buruk. Ada yang suka kebersamaan dengan segala persamaannya seperti seragamnya ketika kita sholat berjamaah, namun ada pula yang lebih suka perbedaan karena “berbeda itu karunia” … looh piye to iki ?
Diposting oleh Blog 'pumma' di 21.18 0 komentar
ABOUT ME :)
Diposting oleh Blog 'pumma' di 01.13 0 komentar
Tangis Sedih :'(
ini spesial buad yang lagi PATAH HATI :)
Diposting oleh Blog 'pumma' di 01.00 0 komentar
RASA INI TAKKAN MATI
puisi karya saya :)
Diposting oleh Blog 'pumma' di 00.57 0 komentar
2012
Ada sebuah kontroversi besar di dalam dunia astronomi dan juga geofisika belakangan ini, menyangkut tahun 2012. Konon, sejumlah peristiwa besar yang disebabkan oleh alam akan menyebabkan bumi tempat kita hidup akan mengalami kehancuran luar biasa, bahkan disebutkan jika peristiwa tersebut adalah kiamat atau Hari akhir.
Kendati film “2012″ banyak mengundang polemik, agaknya sutradara film Hollywood, Roland Emmerich, sudah berpikir dua kali untuk meluluhlantakkan dunia. Ini adalah salah satu foto 2012 :

Buktinya, sutradara spesialis pembuat kehancuran itu hanya berani “membalikkan” Patung Liberty, Gedung Putih, Empire State Building, dan Patung Yesus Sang Penebus yang semuanya di Amerika, bahkan Basilika Santa Peter di Vatikan.
Namun, sutradara film “Independence Day” dan “The Day After Tomorrow” itu tampaknya tidak berani “menghabisi” Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi, kecuali menampakkan ribuan Muslimyang menziarahi “Rumah Allah” (Baitullah) saat itu, lalu ada kehancuran di lokasi lain.
Barangkali, sutradara kelahiran Jerman itu belajar dari “kehancuran” WTC di New York, Amerika pada 11 September 2001 dan serangkaian “ledakan” di banyak negara, termasuk “ledakan” di Bali dan Jakarta (Indonesia).

Sikap hati-hati Emmerich terhadap Ka’bah itu agaknya tidak menyurutkan perlawanan terhadap film “2012″, bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang dan Situbondo (Jawa Timur) mendesak film itu dihentikan peredarannya.
MUI Kabupaten Malang “melarang” film itu. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi, kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi maka bisa menyesatkan,” kata Ketua MUI Kabupaten Malang, K.H. Mahmud Zubaidi di Malang (16/11).
Idem dengan itu, MUI Kabupaten Situbondo juga melakukan razia peredaran film “2012″ di sejumlah warung internet (warnet), karena film itu dinilai mempengaruhi akidah umat Islam dan meresahkan masyarakat setempat.

“Setiap orang bisa mengunduh film 2012 itu melalui internet dengan mudah sehingga penyebaran yang semakin luas dikhawatirkan akan meresahkan umat Islam,” kata Ketua MUI Situbondo KH Abdullah Faqih Gufron di Situbondo (17/11).
Meski diprotes, film yang juga “mematikan” Presiden Amerika dalam kerumunan barak pengungsian akibat bencana yang “mencampakkan” negara adikuasa itu agaknya tidak sepi dari nilai-nilai moral.
Tentang tahun 2012, film berakhirnya dunia itu tidak memastikan angka tahun seperti itu, namun bersandar dari kearifan lokal dari peradaban bangsa Maya di Guatemala dari masa pra-Colombus atau mulai dari abad ke-6 Sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-9 Masehi.

Konon, lenyapnya bangsa Maya itu masih menyisakan sekitar satu juta generasi terakhir mereka dan di antaranya ada yang menjadi ahli geologi.
Ahli geologi yang keturunan bangsa Maya itu bersahabat dengan peneliti Amerika, sehingga taksiran Bangsa Maya bahwa umur dunia akan berakhir pada habisnya penanggalan mereka pada 21 Desember 2012 itu pun terdengar di Amerika.
Nilai moral Amerika
Kisah dalam film “2012″ itu bermula dari dua orang sahabat yakni Dr Adrian Helmsley (peneliti Amerika) dan seorang ahli geologi India yang keturunan Bangsa Maya.
Keduanya menemukan bahwa inti bumi mulai mencair dan hal itu diperkirakan akan memicu bencana alam maha dahsyat, kemudian peneliti muda Dr Adrian pun membocorkan fenomena alam itu kepada pemerintah.
Akhirnya, pemerintah Amerika secara diam-diam menggalang dana dari orang-orang kaya di dunia untuk membiayai pembangunan “kapal selam” raksasa demi menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran pada 2012 itu.
Dalam film itu, Emmerich menampilkan banyak tokoh yang menyikapi “2012″ secara pro dan kontra yakni Jackson Curtis (penulis novel fiksi ilmiah) yang kontra, kemudian Jakson Curtis bertemu dengan Charlie Frost (penyiar radio) yang pro atau memercayai kiamat pada tahun 2012.
Namun, kepercayaan Charlie yang terbukti, karena di berbagai belahan Amerika terjadi tanah yang mulai retak, gempa-gempa di mana-mana, bangunan hancur, tsunami di mana-mana, mobil-mobil remuk, meteor-meteor yang berapi pun menghunjam bumi, dan manusia-manusia pun lari berhamburan.
Alur cerita dalam film itu tidak banyak berbeda dengan kisah Nabi Nuh dalam Al Quran. Nabi Nuh membangun kapal raksasa untuk menyelamatkan peradaban saat serangan air bah terjadi, bahkan “kapal selam” alaEmmerich dan kapal raksasa buatan Nabi Nuh itu sama-sama mengangkut berbagai spesies binatang dan berbagai etnis manusia.
Bahkan, film yang menonjolkan kepemimpinan Amerika dalam mengoordinir pembuatan “kapal selam” dan mengoordinir “isi” dari kapal dari berbagai etnis manusia di bumi itu, memunculkan nilai-nilai moral alaAmerika.
Nilai-nilai yang muncul antara lain Presiden Amerika yang tidak mau “dievakuasi” dalam kapal selam itu dan justru menemani rakyatnya yang mengungsi akibat serangkaian bencana yang melanda, sehingga Presiden Amerika itu pun “mati” dalam “kiamat” itu.

Selain itu, tokoh Dr Adrian Helmsley (peneliti muda Amerika) yang mementingkan rakyat kecil untuk diiikutkan dalam kapal selam itu dan bukan hanya kalangan elite seperti presiden dan menteri dari berbagai belahan dunia.
“Kita tidak hanya membangun peradaban dengan segelintir manusia, tapi kita akan membangun kehidupan baru dengan peradaban kemanusiaan yang baru pula,” kata Andrian kepada para elite yang menumpang ’kapal selam’ itu.
Pandangan itu dibenarkan sosiolog Islam Prof Dr H Nur Syam MA. “Film itu hanya fiksi untuk memenuhi rasa ingin tahu, apalagi media massa memberi imbas yang mempengaruhi rasa penasaran itu, karena itu tak perlu dilarang.
Agaknya, film “2012″ itu tidak akan menduniawikan kiamat atau mendangkalkan akidah, sebab masyarakat yang menonton film itu sudah tahu bahwa film itu hanya fiksi, bahkan film itu bermanfaat dengan adanya nilai-nilai moral yang diselipkan, seperti mengakui kearifan lokal, mementingkan rakyat, dan mengutamakan kemanusiaan
Diposting oleh Blog 'pumma' di 00.49 0 komentar
Tahun 2012 Menara Tertinggi di Dunia Ada di Indonesia
WOW !
Indonesia sudah semakin berbenah dengan ditandai pembangunan Menara Jakarta setinggi 558 meter di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat dan akan dilanjutkan tahun ini. Bahkan pembuatan pondasinya telah selesai dan kini menginjak pembangunan pada tahapan berikutnya. Sebelumnya, pembangunan Menara Jakarta sempat terhenti akibat krisis ekonomi tahun 1998. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 3 triliun ini ditargetkan rampung 2012 mendatang.
Diposting oleh Blog 'pumma' di 00.25 0 komentar








